Mulyanti, S.Pd

Mulyanti, S.Pd

Rabu, 22 April 2020

MOTIVASI bukan EMOSI

Motif, atau dalam bahasa Inggris di sebut dengan “motive” yang berasal dari kata movere atau motion, yang dapat diartikan dengan kata gerakan atau sesuatu yang bergerak. Dalam bentuk psikologis, istilah motif sangat erat hubungannya dengan “gerak”, motif yaitu berupa gerakan yang dilakukan oleh manusia atau sering disebut juga perbuatan atau perilaku.

Dengan munculnya suatu motif tertentu pada diri seseorang tersebut yang disebabkan oleh adanya kebutuhan dalam diri. Bila situasi sangatlah bermakna untuk seseorang serta secara emosional meningkat, maka motif tertentu bisa jadi akan muncul. 

Menurut pendapat dari Sherif dan Sherif dalam Alex Sobur mengatakan bahwa motif merupakan suatu istilah generik yang mencakup semua faktor internal yang mengarah dalam berbagai bentuk perilaku yang bertujuan, pengaruh internal, seperti kebutuhan yang berasal dari fungsi organisme, dorongan serta keinginan, aspirasi dan selera sosial, yang bersumber dari fungsi tersebut. Maka dapat disimpulkan bahwa motif merupakan dorongan manusia untuk melakukan tindakan dalam mencapai tujuan. Motivasi atau dorongan, semangat, untuk mencapai tujuan tertentu sebenarnya sudah lama dikembangkan tahun 1950-an telah berkembang teori-teori motivasi.

Emosi pada prinsipnya menggambarkan perasaan manusia menghadapai berbagai situasi yang berbeda. Oleh karena emosi merupaka reaksi manusiawi terhadap berbagai situasi nyata yang sebenarnya. Martin (2003) emosi di tempat kita bekerja dapat dikatakan baik atau buruk hanya tergantung pada akibat yang ditimbulkan baik terhadap individu maupun orang lain.

Lalu bagaimana hubungan antara motivasi bukan emosi, disini saya akan menyampaikan beberapa hal mengenai hubungan keduanya. Sebagai pendidik teman-teman pasti pernah merasakan bagaimana menghadapi peserta didik dengan mencoba menahan diri untuk tidak emosi atau kita kenal dengan tidak boleh marah. Saya akui sebagai seorang guru yang masih minim pengalaman marah atau emosi masih ada dan terkadang timbul tanpa kita sadar dan menahannya. 

Emosi yang terkadang susah terkendalikan, namun jika kita terbiasa untuk menahan diri dan mengambil sisi lainnya, insyallah kita bisa mengendalikan emosi, sepanjang kita sering mencoba menahan maka emosi pun akan mudah kita kendalikan. Saya pernah mencoba untuk menahan emosi, lantas yang terjadi adalah dada dan jantung serasa pengap dan tertekan begitu kencangnya, namun apa yang terjadi selepas kita menahan emosi tersebut, rasa kesal itu berangsur hilang dan bahkan tidak teringat atas kejadian tersebut. Berbeda halnya dengan emosi yang kita keluarkan, itu akan berdampak kepada keduanya, fisik kita terganggu pikiran kita pun otomatis akan mengikuti dan terbayang-bayang atas apa yang terjadi.

Peserta didik memang memiliki keunikan masing-masing, lantas apakah kita perlu memperlakukan mereka secara berbeda-beda?. Saya pernah menulis di Ruang Guru yaitu Kelas inspirasi. disitu saya bercerita bahwa menjadi guru yang menyenangkan ketika peserta didiknya memberikan banyak inspirasi dari yang berbeda ragam keunikannya. Begitu juga bagaimana motivasi bukan emosi yang kita salurkan kepada peserta didik kita. terkadang motivasi tidka bisa kita berikan hanya sebatas satu kali, bahkan yang setiap hari di motivasi masih ada yang belum memberikan gerakan atau tindakan perubahan. Namun percayalah teman-teman seperjuangan yang berprofesi sebagai pendidik, motivasi yang pernah kita sampaikan akan ada yang mengena di hati mereka, ntah cepat atau lambat, selagi tujuan utama kita adalah kebaikan untuk mereka.

Dekatkanlah dirimu dengan peserta didik sebagai seorang pendengar karna Allah memberikan kita dua telinga, untuk lebih banyak mendengar ketimbang bicara, begitu pula kita kepada peserta didik, selepas kita menjadi pendengar yang baik baginya, maka setiap kata-kata yang mengandung motivasi baginya akan mudah diterima, karena ia telah mempercayai kita sebagai pendengar terbaiknya. Dari sinilah saya mulai dapat memasuki kehidupannya, walau memang tidak semua kehidupan yang mereka alami saya tahu, namun setidaknya kita lebih bisa mengingatkan dan mengarahkan apa yang menjadi tujuan yang terbaik bagi peserta didik. 

Semangat para peserta didik mungkin hanya sekedar pengingat bagi saya pribadi bahwa motivasi yang diberikan kepada peserta didik akan membangkitkan setiap tujuan-tujuan yang mereka impikan. 

 

Senin, 8 Desember 2014

Kelas Inspirasi

Mulyanti, S.Pd

Pendidilkan salah satu tolak ukur tentang bagaimana mendedikasikan diri di lingkungan. Tidak hanya di lingkungan keluarga, masyarakat, bahkan dapat dipandang oleh dunia luar. Pendidikan bukan segala-galanya, tetapi tanpa pendidikan akan sulit meraih cita-cita... eits artinya, bukan berati orang yang tidak berpendidikan tinggi tidak dapat bersaing di dunia luar. Itu semua bisa terjadi. Misalkan, ada pengusaha hebat yang tidak berpendidikan tinggi, tetapi sukses di dunia bisnis, pasti ia pernah mendapat pembelajaran tentang bisnis,

apakah pembelajaran bukan merupakan salah satu pendidikan, hanya saja pengusaha tersebut tidak mengenyam pendidikan berdasarkan ketentuan yang telah dibuat dalam satuan pendidikan. Masih banyak lagi orang-orang yang dapat sukses di bidang – bidnagnya masing-masing.

Berbicara tentang pendidikan tidak lepas dengan peserta didik. Peserta didik merupakan objek yang akan di didik atau anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu. Peserta didik beragam karakternya, inilah sebuah kelas inspirasi yang memberikan motivasi bagi penulis khususnya. Kelas inspirasi tidak hanya satu tetapi bisa lebih dari satu. Disini penulis akan menceritakan salah satu kelas inspirasi yang mana Kelas ini berisikan para putri keseluruhannya. Beragam sifat dan karakter mereka, yang membuat setiap orang akan menggelengkan kepala namun memberikan keceriann tersendiri. Inilah kelas inspirasi, senang, sedih, kesal, menjengkelkan, tetapi itulah dunia pendidikan, namanya peserta didik.

Pagi itu ku sambut ceria wajah-wajah manis dan lesu kelas inspirasi, kusapa mereka satu persatu dengan senyuman. Ada yang merespon dengan senyum, ada juga yang merespon dengan bete atau badmood. Bagi mereka yang bete akan kusapa dengan pertanyaan yang membuat mereka tersenyum kembali. Bad mood itu hal biasa dialami seorang anak di pagi hari, bisa karena kurang tidur, belum makan, kesiangan, dan sebagainya.

Bersama kelas inspirasi saya belajar banyak untuk memahami karakteristik orang lain, memahami keadaan seseorang dan memahami bagaimana menjadi penengah atau penasehat yang baik. Kelas inspirasi bukanlah sebuah kelas yang didalamnya anak-anak berprestasi, bukan juga anak-anak yang tidak pernah berprestasi. Tetapi kelas inspirasi adalah kelas homogen yang semua anak-anaknya adalah anak-anak yang memiliki kemampuan di bidang masing-masing. Diantaranya ada seseorang yang memiliki kemampuan berbahasa yang baik, yang bila menjawab mereka akan memberikan jawaban dengan tetap tenang, dan inilah yang membuat saya belajar untuk tenang setiap menghadapi masalah. Ada juga anak yang penyanyang, bagaimana dia bersikap selayaknya seorang teman baik bagi teman lainnya. Ketika di dalam sebuah kesulitan akan ada anak-anak yang memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalahn temannya. Kelas inspirasi bukanlah kelas yang diciptakan melainkan kelas yang menciptkan anak-anak dengan kemampuannya masing-masing.

Dukungan dalam sebuah pendidikan bagi anak-anak sangatlah jarang sekali kita temui, ini juga salah satu mengapa saya menyebutnya sebuah kelas inspirasi. Disaat seorang teman mengalami kemunduran dalam belajar, maka teman yang lainnya akan memberikan semangat dan dukungan yang besar untuk mengembalikan keinginan teman yang ingin menghentikan pendidikannya. Selain itu pula, ketika sang teman tidak memiliki kepercayaan penuh untuk melakukan sesuatu hal, maka teman lainnya akan memberikan bantuan dan dukungan penuh untuk mengembalikan kepercayaannya kembali. Kelas inspirasi memang penuh teka-teki dalam harinya. Kelas inspirasi juga memberikan banyak pengalaman bagi mereka yang merasakanya. Bagi guru-guru yang ingin merasakan indahnya sebuah kelas inspirasi, dekatkanlah diri untuk menyentuh lebih dalam tentang cintanya kita kepada dunia pendidikan, terutama untuk menciptakan anak-anak yang dapat mensukseskan dirinya, keluarganya, agamanya, bangsanya, dan negaranya. Kelas inspirasi bukanlah kelas yang hanya kita suka karena anak-anaknya yang cerdas, atau anak-anaknya yang memiliki kemampuan diatas rata-rata, tetapi kelas inspirasi merupakan kelas yang mampu memberikan suasana nyaman bagi mereka yang tinggal di dalamnya maupun mereka yang datang untuk memberikan pendidikan. Dimana pun kita mendidik, jadikanlah semua itu inspirasi bagi kita untuk melangkah lebih jauh dan lebih baik lagi.

Teman-teman semuanya yang berprofesi sebagai pendidik, akan menemui banyak sekali persoalan-persoalan di dalam proses pembelajaran. Begitu juga dengan penulis, akan selalu menemui berbagai macam permasalahan di dalam kelas inspirasi, tetapi bagaiamana pun juga kelas inspirasi akan memberikan kesenangan tersendiri. Membantu kita selaku pendidik untuk lebih sabar dalam mendidik, lebih memahami arti dari persaudaraan, memahami arti dari kasih sayang, dan saling membantu antar sesama. Kelas inspirasi memberikan kita bagaimana caranya untuk memahami kondisi peserta didik dalam belajar. Mari para pendidik semua, temukan kelas inspirasimu, tidak hanya di dalam sekolah, kelas inspirasi juga dapat kita temui di berbagai tempat.

 

Profile

Hadist

”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (H.R. Tirmidzi)
”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (H.R. Tirmidzi)
"Sesungguhnya Allah SWT tidak akan menerima amal seseorang kecuali dengan niat yang tulus dan semata-mata mencari keridhoan-Nya”. (H.R. Nasa’i)
Janganlah kalian belajar (menuntut ilmu) bertujuan untuk berbangga pada ulama karenanya, dan untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, begitu pula bertujuan agar karenanya orang-orang dapat berpaling (menarik perhatian), maka barang siapa yang melakukan itu maka ia masuk neraka. (H.R. Ibnu Majah)