Senin, 8 Desember 2014

Ekonomi

Written by 

PROFIL EKSTRAKURIKULER EKONOMI
SMAIT IQRA’ KOTA BENGKULU
Definisi Ilmu Ekonomi

Bagi para pencari kerja, “ekonomi” mungkin bukan saja hanya sekedar kata. Kata ini bahkan menjadi dorongan perilaku, atau menjadi sebuah cita-cita yang ditempuh dengan berbagai cara. Orang rela menempuh ribuan kilometer, meninggalkan sanak saudara dan budayanya hanya demi urusan ekonomi. Namun apakah sebenarnya ekonomi itu? Kadang susah untuk kita mendefinisikan sebuah kata, apalagi jika kita bukanlah akademisi yang belajar tentang hal tersebut. Namun tidak ada salahnya kita mencari, toh istilah ini lekat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari.

Menurut Prof. Samuelson Studi mengenai cara-cara manusia dan masyarakat menentukan atau menjatuhkan pilihannya, dengan atau tanpa menggunakan sumber-sumber produktif yang langka yang dapat mempunyai penggunaan alternatif, untuk memproduksi berhagai barang serta membagikannya untuk dikonsumsi. Baik untuk waktu sekarang maupun yang akan datang kepada berbagai golongan dan kelompok di dalam masyarakat

Sebagai salah satu cabang dari pokok ilmu pengetahuan yang amat besar dan luas, ilmu ekonomi diberi gelar sebagai the oldest art, and the newest science atau kalau diterjemahkan ekonomi adalah seni yang tertua dan ilmu pengetahuan yang termuda ekonomi dirasakan perlu sejak Nabi Adam diturunkan ke bumi bersama istrinya. Kebutuhan mereka akan makanan, pakaian dan tempat tinggal telah memaksa mereka untuk bergumul dengan masalah – masalah ekonomi. Ilmu ekonomi merupakan seni yang tertua didunia. Istilah ekonomi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani Oikos Nomos, yang berarti tata laksana rumah tangga. Sesudah melalui masa yang sangat panjang, barulah ilmu ekonomi mendapatkan bentuk serta takrif (definisi) yang mantap seperti sekarang ini.Di dalam takrif itu ternyata bahwa masalah utama dari setiap persoalan ekonomi adalah problem of choice (masalah pemilihan) diantara berbagai alternatif penggunaan sesuatu barang. Sementara itu masalah perekonomian yang paling pokok meliputi tiga masalah yang fundamental dan saling berkait, yakni what, how dan for whom goods should be produced, yang secara lengkap megunjukan hubangan yang erat antara produksi dengan konsumen. Menyelusuri cerita lahirnya ilmu ekonomi, maka bertemu dengan Jean Baptiste, Colbert dari Prancis, yang melembagakan paham (mazhab merkantilisme), namun paham ini akhirnya dirombak oleh Francois quenay yang bersama – sama dengan Jacques Turgot mengumumkan berlakunya system fisokratisme di Perancis. Mashab Quesnay inilah yang kemudian menarik perhatian Adam Smith, sehingga akhirnya Smith menulis buku The Wealth of Nations yang merupakan Berita memuat ide pokok mazhab ekonomi liberal. Mazhab ekonomi liberal yang diumumkan oleh Adam Smith ini menentang segala bentuk campur tangan pemerintah dilapangan ekonomi. Salah satu teori Smith yang terkenal di dalam hal ini adalah teori tangan Gaib (The Thoery of Invisible Hand). Manfaat ilmu ekonomi bagi seorang individu, bagi bisnis maupun bagi Negara. Secara keseluruhan dapatlah dikatakan bahwa pengetahuan akan ilmu ekonomi akan membantu orang bisnis, maupun pemerintah dalam mengambil keputusan berdasarkan factor-faktor ekonomis yang mempengaruhinya serta untuk membuat ramalan (forecasting). (Muhammad Marpawi)

Garis besar materi ajar Ekstrakurikuler Ekonomi antara lain :

Pembelajaran Terampil Ekonomi
Pengaplikasian materi ke dalam kehidupan nyata
Pembahasan soal-soal ekonomi umum, sekolah
Pembahasan soal-soal ekonomi dari sumber-sumber yang berbeda
Pembahasan soal-soal Olimpiade Ekonomi
Struktur Estrakurikuler Ekonomi adalah sebagai berikut:

Pembimbing : Mulyanti
Ketua : Anindita Virgia Fanny Sazuli
Anggota 1. Nurita Sari
2. Tania Putri Humairah

3. Alisha Tiara Nesha

Read 14212 times

Profile

Hadist

”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (H.R. Tirmidzi)
”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (H.R. Tirmidzi)
"Sesungguhnya Allah SWT tidak akan menerima amal seseorang kecuali dengan niat yang tulus dan semata-mata mencari keridhoan-Nya”. (H.R. Nasa’i)
Janganlah kalian belajar (menuntut ilmu) bertujuan untuk berbangga pada ulama karenanya, dan untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, begitu pula bertujuan agar karenanya orang-orang dapat berpaling (menarik perhatian), maka barang siapa yang melakukan itu maka ia masuk neraka. (H.R. Ibnu Majah)