Kamis, 17 September 2015

Kunjungan Master Debat, Eko Saputra

Written by 

Hari ini tim debater SMA IT IQRA’ mendapat kunjungan dari Eko Saputra. Alumni Universitas Bengkulu ini memang terkenal piawai di dunia perdebatan, khususnya debat bahasa inggris. Sebelum keberangkatannya melanjutkan studi di Lenchester University, UK, bliau menyempatkan sharing motivasi debat kepada calon debater SMAIT IQRA.
‘Seorang debater bukan cuma seorang yang harus bisa menyampaikan dan mempertahankan argument, tetapi juga harus memiliki etika dan ilmu yang lebih baik dari lainnya. Hal itu mencegah terjadinya perdebatan yang tidak berkualitas’ ungkap Eko yang pernah mewakili Indonesia di ajang World University Debate Championship (WUDC) di Afrika Selatan. Ia juga menyampaikan motivasi belajar bahasa inggris. Bahwa mereka yang menguasa bahasa asing, seperti bahasa inggris akan memiliki kesempatan lebih banyak kelak di kemudian hari.
Hal tersebut ia buktikan dengan pernah menjadi wakil Bengkulu di short course IELSP selama 2 bulan di Amerika. Bliau juga pernah berkesempatan menjadi salah satu duta Indonesia ke Korea Selatan dalam agenda KYEP yang diadakan Kementrian Pemuda dan Olah Raga. Juga beberapa prestasi bergengsi lainnya yang pernah ia torehkan.
“Ini dilakukan untuk mempersiapkan tim debater SMA IT IQRA’ yang berkualitas dan kompetitif, tidak hanya sekedar lomba tapi menjadi suatu keahlian yang berguna untuk kita semua” tutur Rustiyani selaku pembina Tim Debat Bahasa Inggris SMA IT IQRA’. af

17 Sept 117 Sept 2

Read 789 times

Profile

Hadist

”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (H.R. Tirmidzi)
”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (H.R. Tirmidzi)
"Sesungguhnya Allah SWT tidak akan menerima amal seseorang kecuali dengan niat yang tulus dan semata-mata mencari keridhoan-Nya”. (H.R. Nasa’i)
Janganlah kalian belajar (menuntut ilmu) bertujuan untuk berbangga pada ulama karenanya, dan untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, begitu pula bertujuan agar karenanya orang-orang dapat berpaling (menarik perhatian), maka barang siapa yang melakukan itu maka ia masuk neraka. (H.R. Ibnu Majah)