Senin, 14 September 2015

Terpilih Ketua OSIS Generasi 2

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Setelah melalui tahap selama hampir dua pekan, dari seleksi bakal calon, kampanye, debat terbuka calon ketua OSIS, hingga pemilihan langsung, akhirnya M Al Fikri menjadi kandidat Ketua OSIS dengan perolehan suara terbanyak, yakni hampir 50% dari total DPT di SMAIT IQRA.
Hal ini disambut suka cita oleh segenap keluarga besar SMAIT IQRA Kota Bengkulu. M. Al Fikri mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada teman-teman yang telah membantu selama proses pra pemilihan. ‘InsyaAllah Saya akan membawa OSIS ini menjadi lebih baik, dan meneruskan program dari kepenggurusan sebelumnya” imbuh Al Fikri.
Mengenai terpiihnya ketua OSIS yang baru, Arif Aulia Fikri selaku ketua OSIS sebelumnya juga yakin dan percaya kepada M Al Fikri. ‘Saya kenal M. Al Fikri, beliau orang yang cerdas, aktif, dan mampu bekerja sama, hal ini bisa dilihat dari beliau jadi penggurus OSIS sebelumnya, dan saya yakin walaupun cara kami berbeda, kami tetap satu tujuan untuk memanjukan OSIS dan sekolah tercinta ini, dan saya berharap kepada semua lapisan untuk membantu dan menolong saudara Al Fikri dalam memimpin kita selama satu tahun’ tutur Arif usai penghitungan suara hasil pemilihan terbuka. Af 

14 Sept 4

Read 1279 times

Profile

Hadist

”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (H.R. Tirmidzi)
”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (H.R. Tirmidzi)
"Sesungguhnya Allah SWT tidak akan menerima amal seseorang kecuali dengan niat yang tulus dan semata-mata mencari keridhoan-Nya”. (H.R. Nasa’i)
Janganlah kalian belajar (menuntut ilmu) bertujuan untuk berbangga pada ulama karenanya, dan untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, begitu pula bertujuan agar karenanya orang-orang dapat berpaling (menarik perhatian), maka barang siapa yang melakukan itu maka ia masuk neraka. (H.R. Ibnu Majah)