Senin, 29 Oktober 2018

Pelantikan Pengurus OSIS Generasi 5

Written by 
Rate this item
(0 votes)

SMAIT IQRA' melaksanakan pelantikan kepengurusan OSIS 2018/2019 pada hari Senin (29/10) di lapangan upacara sekolah. Pelantikan pengurus OSIS baru ini turut dihadiri oleh seluruh guru dan seluruh siswa SMAIT IQRA.

IMG 9691Pengurus OSIS 2018/2019 turut berbaris di lapangan untuk mengikuti upacara pelantikan, sementara pengurus OSIS yang lama berdiri dalam satu barisan dalam upacara. Pengurus OSIS baru melaksanakan sumpah pelantikan yang dipimpin oleh Kepala Sekolah SMAIT IQRA', Sutrisno, M.TPd sekaligus sebagai pembina upacara, yang disaksikan oleh para wakasek, dewan guru, dan murid.

Dalam sambutannya, Sutrisno, M.TPd menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus OSIS 2017/2018. Selanjutnya dia menyampaikan harapannya kepada para pengurus yang baru agar menjalankan amanah yang diemban dengan sebaik-baiknya. Manfaatkan kreativitas dengan sebaik mungkin untuk kemajuan di SMAIT IQRA'.

Ketua OSIS 2017/2018, R.M Priadhi Satria K. mewakili rekan-rekan pengurus, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuannya serta memohon maaf atas segala kekurangan selama menjabat kepada semua peserta didik. Begitu juga dengan ketua OSIS terpilih, Dendy Halim Kusuma mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kepercayaannya dan meminta dukungan dalam menjalankan organisasi satu tahun kedepan.

Selamat bertugas kepada semua pengurus OSIS 2018/2019, semoga Allah SWT., memberikan kemudahan dan keberkahan dalam mengemban amanah sehingga menjadikan amal ibadah dalam menjalankan kepercayaannya.

Read 275 times Last modified on Sabtu, 17 November 2018

Profile

Hadist

”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (H.R. Tirmidzi)
”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (H.R. Tirmidzi)
"Sesungguhnya Allah SWT tidak akan menerima amal seseorang kecuali dengan niat yang tulus dan semata-mata mencari keridhoan-Nya”. (H.R. Nasa’i)
Janganlah kalian belajar (menuntut ilmu) bertujuan untuk berbangga pada ulama karenanya, dan untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, begitu pula bertujuan agar karenanya orang-orang dapat berpaling (menarik perhatian), maka barang siapa yang melakukan itu maka ia masuk neraka. (H.R. Ibnu Majah)