Super User

Super User

Senin, 18 Mei 2015

Ada Kaganga di Sekolahku

Komunitas Peneliti SMAIT IQRA' kembali berkarya untuk mengupayakan dalam melestarikan kekayaan pengetahuan daerah, salah satunya membudidayakan Bahasa Kaganga yang berasal dari Suku Rejang, Bengkulu. Kaganga adalah aksara suku rejang yang menjadi cermin kemajuan budaya Rejang sejak berabad-abad silam. Upaya yang dilakukannya antara lain membuat poster-poster seperti “jagalah kebersihan, kebersihan merupakan sebagian dari iman, bersenyumlah, dan lainnya”, itu semua di tulis dalam bentuk 2 bahasa yaitu bahasa indonesia dan bahasa kaganga. 
Ig 

18 Mei

SMA IT IQRA’ Bengkulu juara di ajang perlombaan Lomba Cerdas Tangkas (LCT) yang diadakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu (9/05) yaitu mendapatkan juara 2. Ketiga siswi SMA IT IQRA’ yaitu Anindita Virgia Fanny, Nisa Munirah, dan Raisyah Syahida menjadi perwakilan dari SMA IT IQRA’. “Mungkin tahun ini belum mendapatkan juara 1 untuk mewakili di tingkat regional, insya Allah tahun depan bisa sampai ke tingkat regional kemudian nasional, aamiin”. Ujar guru SMA IT IQRA’. Awalnya SMA IT IQRA’ mengutus 2 tim untuk mengikuti lomba LCT, setelah bersaing dengan berbagai sekolah di Provinsi Bengkulu, ternyata hanya 1 dari 2 tim yang diutus SMA IT IQRA’ lolos dan mendapatkan juara 2. Dengan ini SMA IT IQRA’ menambah lagi prestasi yang didapat sebelumnya. ig

9 Mei

SMA IT IQRA’ Bengkulu, menjadi juara di ajang perlombaan FL2SN yang diumumkan pada tanggal 6 Mei 2015, diantaranya juara 2 lomba membaca puisi dan juara 3 lomba menulis puisi se Kota Bengkulu. Juara 2 lomba baca puisi dimenangkan oleh siswa SMA IT IQRA’ bernama Rois Alifa Ikhsan dan juara 3 lomba menulis puisi dimenangkan oleh siswa SMA IT IQRA’ bernama Eka Puja Kesuma. 

“Saya berterima kasih kepada guru-guru di SMA IT IQRA’ yang telah membimbing saya sehingga saya bisa mendapatkan juara ini dan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung saya sejauh ini”. Ujar Siswa SMA IT IQRA’.ig.

6 Mei

Jumat, 15 Mei 2015

OSIS Generasi Pertama

OSIS SMAIT IQRA’ generasi pertama terbentuk, yang tediri atas 27 penggurus dan 4 penggurus inti. Dalam hal ini para penggurus harus melewati tiga tahap, dan dimana berlomba menjadi terbaik satu sama lain.
Hal ini bertujuan untuk menciptakan penggurus OSIS yang dinamis, aktif, tidak hanya secara akademik tapi secara non akademik. Hal ini juga disampaikan oleh ketua OSIS Arif Aulia Fikri, ”Hal ini dilakukan supaya penggurus terpilih bukan hanya terpilih tapi emang yang terbaik dari terbaik, dan mampu melayani dengan sepenuh hati” tutur Arif Aulia Fikri. Af.

4 Meii

Jumat, 15 Mei 2015

Talk Show Hari Besar Islam

Dalam Memperingati Hari Besar Islam, SMAIT IQRA’ Membuat acara yang diikuti oleh siswa-siswi SMAIT, yakni Talkshow. Dalam talkshow ini, bernarasumberkan orang yang berprestasi berkualitas internasional, yaitu Dr. Yansen peraih beasiswa Australia Award Scholarship (AAS) dan Australia Leadership Award (ALA), Mahasiswa Berprestasi 1 Universitas Bengkulu tahun 1999, dan sekarang menjadi dosen di Universitas Bengkulu prodi Kehutanan.  Lalu ada juga Kak Eko Saputra, peraih beasiswa LPD di Lechester University, Inggris, penerima beasiswa IELSP Amerika, PPAN ke Korea Selatan, dan pernah menjadi delegasi Indonesia di ajang World University Debate Competition (WUDC) di Afrika Selatan. Bliau juga menjadi Presiden Mahasiwa di Universitas Bengkulu tahun 2013. Dalam penyampaiannya, mereka memberikan tips-tips dalam mempelajari bahasa inggris dengan optimal, asyik, dan menyenangkan. Setelah talkshow, dilanjutkan dengan acara Ranking 1 bilingual (English Arabic) dan berikutnya bakti lingkungan. ig.

15 Mei 115 Mei 4

 

Senin,04 Mei 2015, SMAIT IQRA Menggelar upacara senin dengan Bernuansa yang cukup berbeda dengan upacara lainnya, dikarenakan pada upacara ini dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional 2015. Matahari yang cukup terik di pagi hari, tidak menyurutkan semangat siswa-siswi SMAIT IQRA’ dalam melaksanakan upacara ini.

4 Mei
Dalam Memperingati hari pendidikan nasional tahun 2015 ini, Kepala Sekolah SMAIT IQRA dalam pidatony membacakan sambutan menteri riset, teknologi, dan pendidikan pada upacara peringatan hari pendidika nasional 2015 dengan tema “Dengan Hari Pendidikan Nasional, Kita Tingkatkan mutu Pendidikan Tinggi, Riset dan Inovasi untuk Mendukung Daya Saing Bangsa.” Untuk mengingatkan kita semua betapa pentingnya sekarang ini meningkatkan mutu pendidikan, riset dan inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa. ig.

Kamis, 30 April 2015

Visitor dari New Zealand

SMAIT IQRA' Kota Bengkulu kedatangan visitor dari New Zealand (Selandia Baru). Seluruh pelajar SMAIT diajak diskusi dan sharing seputar pengalaman Tessa yang sudah berkelana di berbagai negara, seperti Prancis, Usbekistan, Australia, dan lain-lain. Dalam kesempatannya juga, Tessa menyampaikan apresiasinya kepada SMAIT IQRA dan juga kesan baiknya akan sambutan di SMAIT IQRA’ Kota Bengkulu. Meski tidak bisa terlalu lama mengujungi SMAIT IQRA, karena bliau akan melanjutkan perjalanannya lagi keliling Sumatra, tapi kedatangan tamu tersebut berhasil membuka semangat dan motivasi anak-anak SMAIT IQRA’ untuk berani bermimpi tinggi.

Menghadirkan tamu dari luar, termasuk untuk agenda pelatihan keterampilan siswa, adalah bagian dari upaya SMAIT IQRA meningkatkan kapasitas dan skill pelajar. Konsep ini kita sebut sebagai proses learning by doing, yakni bersentuhan langsung dengan objek. Maka kehadiran Tessa selain untuk menginspirasi, juga memancing skill berbahasa inggris secara langsung dengan 'bule'.

Visitor 2

 

Visitor 1

Dalam misi meningkatkan kualitas pemahaman keislaman dan karakter, SMAIT IQRA' Kota Bengkulu rutin per 3 bulan mengadakan Jalasa Ruhyah untuk pelajar putri dan Mabit (Malam Bina Iman Taqwa) untuk pelajar putra. Kegiatan ini menjadi program rutin oleh bidang Ulumul Syar’I SMAIT IQRA’ Kota Bengkulu.
“Pada dasarnya kita ingin membiasakan pada anak-anak agar melaksanakan Qiyamul Laila atau solat malam. Pada agenda Mabit, pelajar putra sudah harus berkumpul di sekolah pukul 17.00 WIB untuk membaca zikir al ma’tsurat sore bersama-sama. Dilanjutkan dengan tausiah singkat sampai magrib. Bakda magrib sampai isya, agenda mereka adalah makan malam bersama-sama. Usai isya sampai jam 10 mereka mendapat siraman rohani berupa tausiyah dari ustadz yang kita undang dari luar. Kalau guru-guru kita lagi kan kurang variatif, makanya diundang ustadz dari luar. Kemudian mereka istirahat malam sampai dibangunkan jam 03.00 untuk solat malam hingga subuh. Bakda subuh kembali zikir alma’tsurat pagi dan olah raga sampai sarapan bersama. Baru siswa pulang” ujar Korditaor Ulumul Syar’i.
Selain kaya akan muatan keislaman, dan aktivitas ibadah, agenda seperti Jalash Ruhyah dan Mabit juga dimaksudkan untuk membangun rasa kebersamaan antar siswa. Kita sering menebutnya dengan istulah Ukhuwah Islamiyah. Sehingga aktivitas yang sedemikian di desain agar kedekatan sesame pelajar putra akan melahirkan aktivitas positif.

Mabit 1

Mabit 2

Memberi ruang yang seluas-luasnya namun tetap menjunjung etika syariat islam, menjadi salah satu prinsip penting dari SMAIT IQRA’ Kota Bengkulu. Bentuk kreatifitas yang beragam diwadahi untuk memacu inovasi yang kelak akan bermanfaat untuk bekal menuju masa depan. Salah satu kreativitas yang menarik yang dibuat oleh anak-anak SMAIT IQRA’ adalah bentuk maninan tradisional dan mainan yang mengandung nilai sains.
“Pada awalnya kita mempersiapkan anak-anak untuk mengikuti kompetisi kriya, tetapi rupanya gagasan mereka terlalu luar biasa. Mereka secara mandiri mencoba berinovasi dengan bahan-bahan yang mudah di dapatkan sampai menghasilkan produk mainan yang kreatif. Hasil yang mereka buat menunjukkan bahwa gagasan mereka sudah sampai pada tahap inovatif dan mandiri. Kita berupaya untuk terus mengembangkan aktivitas tersebut” tutur Suhendra-sensei sebagai Pembina kriya dan seni SMAIT IQRA’ Kota Bengkulu.
Kreativitas itu tidak perlu dibayangkan, tetapi diaktualisasikan menjadi bentuk nyata yang dapat dimanfaatkan oleh orang lain. Salam kreativitas.

Kreasi 1

Kreasi 3

Sebagai sekolah islam yang juga mengedepankan pentingnya IPTEK dan memiliki misi menjadi sekolah berbasis riset, SMAIT IQRA’ Kota Bengkulu fokus pada peningkatan kapasistas siswa untuk membuat karya ilmiah dan membuat proyek penelitian. Tidak hanya membuat proyek penelitian, siswa SMAIT IQRA’ pula di pacu mengikuti berbagai kegiatan keilmiahan di berbagai tingkat. Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke 47 yang di selenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) adalah salah satu yang diikuti oleh siswa SMAIT IQRA’. Sebanyak 4 kelompok siswa, mengirimkan rancangan proyek penelitian mereka di ajang ini.
Berikut judul penelitian yang diangkat oleh pelajar SMAIT IQRA’ Kota Bengkulu dalam ajang LKIR 47 LIPI. ...
1. Autobreak Motorcycle Wheall (AMW) : Inovasi Alat Pemecah Ban Otomatis dalam Mencegah Pencurian Sepeda Motor oleh Ahmad Zanivan Triadi dan M Rifqi Syafdel.
2. Uji Organoleptik dan Ketahanan Produk pada Inovasi Pembuatan Sate Instan Kemasan oleh Muhammad Auria Al Ghifary dan Arif Aulia Fikri.
3. Sea Ecoelectrical Technology (SEET) Sebagai Alternatif Sumber Energi Listrik untuk Penerangan Perahu Tangkap Ikan Nelayan Pesisir Bengkulu oleh Raden M Ridwan dan Ichwan Ghozy.
4. Society Rotavapor Sebagai Alat Destilator Bioetanol Berbasis Masyarakat
“Pada dasarnya setiap orang bisa menjadi peneliti, hanya saja selama ini aktivitas riset masih terfokus hanya di perguruan tinggi atau lembaga penelitian. Kami berupaya untuk menyiapkan anak-anak sekolah yang juga punya kualifikasi baik bidang penelitian, sehingga ketika mereka sudah berada di jenjang perguruan tinggi, mereka telah siap untuk bersaing” Ungkap Suhendra-Sensei selaku Pembina Komunitas Riset SMAIT IQRA’ Kota Bengkulu.

 

LKIR

Profile

Hadist

”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (H.R. Tirmidzi)
”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (H.R. Tirmidzi)
"Sesungguhnya Allah SWT tidak akan menerima amal seseorang kecuali dengan niat yang tulus dan semata-mata mencari keridhoan-Nya”. (H.R. Nasa’i)
Janganlah kalian belajar (menuntut ilmu) bertujuan untuk berbangga pada ulama karenanya, dan untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, begitu pula bertujuan agar karenanya orang-orang dapat berpaling (menarik perhatian), maka barang siapa yang melakukan itu maka ia masuk neraka. (H.R. Ibnu Majah)