Kamis, 18 Desember 2014

Berpikir Positif

Written by 

Muhammad Al Fikri

Hidup itu sebenarnya mudah/simple. Tapi bagaimana cara kita menjalankan hidup ini yang sebenarnya perlu diperhatiakn, terkadang apa yang dirasakan berbanding terbalik dengan apa yang sebenarnya. Justru itu yang membuat kita menjadi apa yang seharusnya, dan intinya hanya satu, apa yang kamu lakukan sekarang, harus lebih baik dari kemaren, berguna untuk saat ini serta bermanfaat untuk masa depan.


Seorang pemimpin yang hebat, bukan dilihat disaat dia memegang sebuah jabatan, tapi disaat dia lepas dari tanggung jawabnya. Makin banyak kita belajar maka makin ingatlah kita betapa sedikitnya yang kita ketahui. Pemahaman tentang apa yang dipikirkan menjadi sebuah modal awal untuk apa yang dilakukan kedepannya. Oleh karena itu, jadilah jiwa pemberani yang bisa mengubah dunia dengan pengaruh yang baik dari akibat sebuah pemikiran.


Keberanian tidak hanya diperlukan untuk berdiri dan berbicara, namun juga diperlukan untuk duduk dan mendengarkan. Serta keseriusan dan kesungguhan juga menjadi sesuatu yang terbaik didalam diri dan jiwa kita. Ketahuilah episode kehidupan yang kita miliki dan kita jalani hanyalah milik Allah semata. Dan ingatlah, takdir terbaik adalah disaat anda tidak tahu seperti apa takdir anda.


Jika kita jatuh sekarang dan berpikir bahwa kita telah kalah dan lemah, maka sesungguhnya meyakini kelemahan adalah kelemahan yang sesungguhnya.Berpikirlah dengan apa yang menjadi seharusnya, jika itu baik maka lakukan dan jika itu buruk maka tinggalkan. Ketahuilah bahwa berpikir positiflah yang akan menentukan apa yang sesungguhnya dan ilmu yang bermanfaatlah yang akan Berjaya di puncak keberhasilan. Maka dari itu hadapilah, hayati, dan nikmatilah hidup ini.

Read 1282 times

Profile

Hadist

”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (H.R. Tirmidzi)
”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (H.R. Tirmidzi)
"Sesungguhnya Allah SWT tidak akan menerima amal seseorang kecuali dengan niat yang tulus dan semata-mata mencari keridhoan-Nya”. (H.R. Nasa’i)
Janganlah kalian belajar (menuntut ilmu) bertujuan untuk berbangga pada ulama karenanya, dan untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, begitu pula bertujuan agar karenanya orang-orang dapat berpaling (menarik perhatian), maka barang siapa yang melakukan itu maka ia masuk neraka. (H.R. Ibnu Majah)